- Diposting oleh : SDS Plus Latansa
- pada tanggal : Juli 27, 2025
Di era disrupsi teknologi, tugas dan tuntutan guru saat ini harus bisa menyesuaikan dan memenuhi tuntutan kebutuhan belajar murid abad industri 4.0, yang meliputi aspek berpikir kritis, kemampuan merumuskan dan memecahkan masalah, kreatif dan inovatif, ketrampilan berkomunikasi serta penguasaan transformasi digital.
Diharapkan para guru untuk selalu meningkatkan kompetensi dan pengembangan profesionalitas diri secara berkelanjutan, dengan mengikuti berbagai program pelatihan, seminar secara individu maupun kolektif. Setiap tahun pengalaman belajar murid berubah dan meningkat, sehingga cara mengajar pendidik juga harus berubah.
Selama pelaksanaan, para peserta pengembangan SDM mendapatkan materi dari 2 narasumber berpengalaman, yang pertama adalah Guru Penggerak sekaligus Kepala SDN Harjowinangun 2 Dempet, ibu Kiswati, S.Pd., SD., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya seminar ini sebagai bagian dari proses adaptasi terhadap perubahan arah kebijakan pendidikan nasional. Ia menyoroti bahwa saat ini Indonesia sedang memasuki fase transisi dari kurikulum Merdeka Belajar menuju pendekatan Deep Learning, sebagaimana dicetuskan oleh Menteri Pendidikan yang baru.
“Menjadi guru hari ini tidak cukup hanya mengajar, tapi juga harus menginspirasi. Guru harus hadir sebagai sosok yang memberi makna dalam kehidupan murid. Untuk itulah kita hadirkan pendekatan deep learning, pendekatan yang menyentuh hati dan menyatu dengan kultur murid.” ujar ibu Kiswati, S.Pd., SD., M.Pd.
Narasumber kedua merupakan Guru Duta Canva Indonesia dari Demak yakni bapak Miftahul Hadi, S.Pd. Selain mengajarkan pengenalan dasar, pengenalan fitur Canva, perbedaan Canva gratis dan premium, peserta pengembangan SDM juga diberikan simulasi langsung untuk membuat salah satu media pembelajaran edukatif dan koding AI dengan contoh yang diberikan kemudian mereka dapat menentukan tema sesuai pilihan nya masing-masing dengan cara mengetikkan prompt yang terstruktur. Dalam praktik ini, bapak Miftahul Hadi, S.Pd., memberikan pendampingan mulai dari cara memilih template, mengedit teks, menentukan tema yang akan dipilih dan lain sebagainya.
"Di Latansa beberapa guru sudah ada yang menggunakan Canva namun sebagian guru lainnya belum. Dengan pelatihan ini, kami jadi terbantu.” kata ibu Mei Listriyanti, S.Pd., selaku guru mapel Bahasa Inggris.
Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan para guru dan staf SDS Plus Latansa menjadi agen perubahan di jenjang masing-masing. Mereka tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga semangat baru untuk membangun pendidikan SDS Plus Latansa yang lebih inklusif, berdaya saing, dan bermakna.